Datangi Kantor Bahlil, Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Percepat Transisi Energi Ramah Lingkungan

Aktivis lingkungan menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah Indonesia untuk menunjukkan komitmen terhadap transisi dari bahan bakar fosil di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu 22 April 2026. Sejumlah aktivis lingkungan menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah Indonesia untuk mempercepat transisi dari bahan bakar fosil menuju energi yang lebih ramah lingkungan. (BAY ISMOYO/AFP)

Sumber berita : https://www.photo/read/6321322/datangi-kantor-bahlil-aktivis-lingkungan-desak-pemerintah-percepat-transisi-energi-ramah-lingkungan?page=1

Jakarta — Sejumlah aktivis lingkungan mendatangi kantor Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, untuk menyuarakan tuntutan percepatan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan dampak penggunaan energi fosil yang dinilai masih tinggi di Indonesia.

Para aktivis yang tergabung dalam berbagai organisasi lingkungan menilai bahwa pemerintah perlu mengambil langkah lebih tegas dalam mendorong penggunaan energi terbarukan. Mereka juga menekankan pentingnya pengurangan ketergantungan terhadap batu bara dan bahan bakar fosil lainnya.

Dalam aksinya, para peserta membawa sejumlah poster dan spanduk berisi pesan ajakan untuk mempercepat transisi energi menuju sumber energi bersih seperti tenaga surya, angin, dan air. Mereka juga meminta adanya kebijakan yang lebih berpihak pada investasi energi hijau.

“Kami berharap pemerintah bisa lebih serius dalam mengembangkan energi terbarukan, bukan hanya sebagai wacana, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata,” ujar salah satu perwakilan aktivis.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Investasi menyatakan terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Pemerintah disebut terus berupaya menarik investasi di sektor energi bersih, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun berbagai strategi untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan, termasuk memberikan insentif bagi investor serta memperkuat regulasi yang mendukung sektor tersebut.

Pengamat energi menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama dalam mempercepat transisi energi di Indonesia. Tanpa kerja sama yang kuat, target pengurangan emisi karbon akan sulit tercapai.

Aksi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan bahwa isu lingkungan semakin mendesak untuk ditangani. Masyarakat pun berharap langkah konkret segera diambil demi masa depan yang lebih berkelanjutan.